Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Monday, January 10, 2011

Pria Hilang Gairah Melihat Wanita Menangis

Kadar testosteran yang terdeteksi lewat uji air liur turun usai mencium air mata wanita."

VIVAnews - Sejumlah wanita acapkali mengandalkan air mata untuk menarik perhatian dan empati pria. Tapi, studi terbaru mengungkap bahwa senyawa kimia air mata wanita justru berpotensi menurunkan kadar ketertarikan seorang pria.

Studi yang dimuat dalam jurnal Science itu menyebutkan, senyawa kimia dalam air mata wanita akan mengirim sinyal kepada pria di sekitarnya melalui bau, layaknya feromon yang terpancar dari tubuh.

Sinyal yang tertangkap akan memengaruhi kadar testosteron dalam tubuh pria. Kondisi inilah yang kemudian berpotensi membuat pria kehilangan gairah terhadap wanita menangis.

Tim peneliti Weizmann Institute of Science melakukan percobaan dengan sampel air mata sejumlah wanita sukarelawan yang baru saja menonton film sedih. Mereka juga menyiapkan sampel air mata palsu diciptakan dari unsur garam.

Seperti dikutip dari Aol Health, sampel-sampel itu kemudian disodorkan ke indera penciuman sejumlah pria sukarelawan yang tengah memperhatikan sejumlah foto wanita. Hasilnya, mereka tidak merasakan daya tarik seksual dari wanita-wanita dalam foto.

Sementara sejumlah pria yang mendapat rangsangan bau air mata palsu merasakan daya tarik seksual dari wanita-wanita dalam foto yang sama. Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa kadar testosteran yang terdeteksi lewat uji air liur berkurang usai mencium air mata wanita.

Neurobiolog Noam Sobel yang memimpin penelitian mengatakan, senyawa kimia tersebut mungkin memiliki tujuan evolusioner sebagai sinyal kepada pria bahwa, "Sekarang bukan waktu yang tepat untuk aktivitas seksual."

Menurutnya, kadar testosteron terkait dengan penurunan agresi, yang bisa memberi kenyamanan pada wanita. Studi Sobel dianggap inovatif untuk menyimpulkan bahwa ada 'fungsi emosional' yang relevan dari air mata. Sebelumnya, air mata hanya dianggap sebagai isyarat visual kesedihan.

• VIVAnews

Sumber : http://kosmo.vivanews.com

Wednesday, December 22, 2010

Minyak Kedelai Sumber Biodisel Alternatif

Minyak Kedelai Sebagai Sumber Biodisel Alternatif Melalui Reaksi Transesterifikasi Dengan Berbagai Pilihan Katalis

Sebagaimana diketahui bahan bakar dari fosil terbatas sedangkan permintaan terhadap energi meningkat, maka riset untuk bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui. terus meningkat. Biodiesel, sebagai satu minyak diesel alternatif, terdiri dari rantai panjang ester asam lemak (FAME) yang diturunkan dari minyak nabati lemak hewan, ini menjadi lebih menarik oleh karena manfaatnya dalam lingkungan dan fakta bahwa itu dibuat dari sumber yang dapat diperbaharui. Mengingat biodegradabilitasnya dan tidak beracun, produksi biodiesel dianggap menguntungkan juga menurunkan penurunan emisi CO, SOx, hidrokarbon dan materi partikulat tidak dibakar selama proses pembakaran.

Biodiesel disintesis dari transesterifikasi langsung minyak nabati, di mana trigliserida bereaksi dengan alkohol rantai yang pendek dengan adanya katalisator. Reaksi transesterifikasi dapat digambarkani sebagai berikut:



Biodiesel komersil dihasilkan dari sumber dapat diperbaharui yang termasuk minyak rapa dan minyak kedelai, yang yang terdiri atas C14–C20 trigliserida asam lemak. Trigliserida-trigliserida ini dikonversi (diubah) menjadi alkil ester dan gliserol oleh reaksi transesterifikasi dengan alkohol rantai pendek, pada umumnya metanol. Transesterifikasi minyak nabati dengan metanol dapat dilakukan dengan katalis asam atau basa.

Normalnya, kebanyakan biodiesel disediakan dengan menggunakan katalis basa homogen, seperti kalium hidroksida, natrium hidroksida, seperti juga alkoksi kalium dan sodium. Meskipun demikian katalis asam asam cocok jika minyak nabati mempunyai kandungan asam lemak bebas yang tinggi dan lebih banyak air, waktu untuk bereaksi itu sangat lama (48–96 jam ) bahkan pada titik didih alkohol, dan perbandingan molar yang antara metanol/minyak (30– 150:1). katalisis basa lebih disukai dibanding katalis asam yang menggunakan asam sulfonat atau hidroklorik asam, karena bersifat korosif dan aktivitas yang lebih rendah. Secara industri, hidroksida-hidroksida sodium atau kalium adalah biasanya yang terpilih sebagai katalis karena relatif murah dan juga sangat aktif tetapi agak sulit untuk menghilangkan dan memisahkan katalis dengan produk. Oleh karena itu perlu dikembangkan katalis heterogen.

Hasil Studi Beberapa Peneliti Tentang Katalis Yang Digunakan
Ramalinga et al. Melaporkan bahwa yodium dapat mengkatalisasi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol di bawah temperatur yang rendah. Haitao dan Wenlei Xie (2007) melakukan studi penggunaan katalis logam/I2, terutama Zn/I2, ternyata didapat hasil bahwa Zn/I2 mengkatalisasi transesterifikasi dari minyak kedelai dengan metanol secara efisien pada suhu rendah.
Keuntungan metoda iini adalah: operasinya sederhana, suhu operasi yang digunakan rendah dan konversinya tinggi.

Banyak jenis-jenis dari katalis heterogen, seperti basa oksida logam alkali tanah berbagai senyawa logam alkali mendukung alumina atau zeolit dapat mengkatalisasi reaksi transesterifikasi. Urutan aktivitas antar katalis oksida alkali tanah seperti berikut BaO > SrO > CaO >MgO. MgO mempunyai aktivitas rendah di dalam transesterifikasi minyak nabati menjadi biodiesel. CaO menghasilkan suatu laju reaksi yang lambat dan diperlukan sekitar 2 jam untuk mencapai keadaan setimbangan. Peterson melaporkan CaO-MgO menghasilkan aktivitas katalitis yang lebih tinggi dibanding serbuk CaO untuk mengubah bentuk minyak rapa menjadi biodiesel, tetapi MgO menyebabkan pembentukan sabun di pada proses reaksi. BaO tidak sesuai untuk proses ini karena ini berbahaya dan dapat dilarutkan oleh metanol [21–24]. Untuk kebanyakan katalis alkali, unsur yang aktif akan dengan mudah berkarat dengan metanol dan mereka memperlihatkan umur hidup katalisator pendek.

SrO dapat mempercepat banyak reaksi kimia, seperti pasangan oksidatif metana (gas), oksidasi selektif sejenis metan, reaksi nitroaldol dan campuran reaksi tishchenko. Ini tidak larut di dalam metanol, metil ester minyak nabati. Beberapa studi menggunakan SrO sebagai suatu katalisator basa padat untuk menghasilkan biodiesel.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan SrO sempurna yang dipertunjukkan aktivitas dan stabilitas katalitis karena sifat basa yang kuat dan memiliki waktu hidup katalisator yang lama, dan karena tak larut larut di dalam metanol. Sebagai suatu katalisator basa yang padat, SrO mengurangi biaya produksi biodiesel dan memiliki potensi untuk diterapkan yang pada industri pada transesterifikasi dari minyak nabati menjadi biodiesel. (Xuejun Liu, Huayang He, Yujun Wang dan Shenlin Zhu, 2007)

Referensi :

Xuejun Liu, Huayang He, Yujun Wang dan Shenlin Zhu, 2007. Transesterification of soybean oil to biodiesel using SrO as a solid base catalyst. Catalysis Communications 8 (2007):1107–1111.

Friday, December 17, 2010

Mahasiswa Kembangkan Batik Unsur Kimia

YOGYAKARTA, KOMPAS - Sekelompok mahasiswa Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan IPA Universitas Negeri Yogyakarta mengembangkan motif batik dari gambar geometri unsur-unsur Kimia. Motif-motif tersebut antara lain terinspirasi oleh susunan unsur Kimia kolesterol, vitamin C, glukosa, dan laktosa.

Batik yang menggabungkan antara hasil budaya tradisional dan unsur sains ini baru mulai dikembangkan Maret 2010. Namun, saat ini, omzet penjualannya mencapai Rp 5 juta per bulan dan mempekerjakan dua karyawan. Pengembangan batik bermotif unsur Kimia ini dilakukan oleh Priyo Yulianto (22), Tri Novita (22), dan Muhammad Hizbul Wathon (22).

Priyo mengatakan, inovasi ini semula berawal dari penelitian ilmiah yang diajukan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2010. ”Dari situ kami mendapat medali perak, dan pesanan mulai datang,” katanya di Yogyakarta, Kamis (2/12).

Selama 1-2 Desember, batik unsur Kimia tersebut dipamerkan dalam Pekan Kewirausahaan (Global Entrepreneurship Week) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Batik unsur Kimia ini terdiri dari jenis cap dan tulis. Sampai saat ini, pengembangan desain motif telah menghasilkan enam motif cap dan lebih kurang 30 motif batik tulis.

Beberapa jenis motif juga merupakan gabungan antara unsur kimia dan motif-motif klasik. ”Meskipun termasuk batik kontemporer, kami tidak meninggalkan unsur tradisional,” kata Priyo.

Menurut Priyo, teknik pembuatan dan corak batik tetap menyesuaikan pakem pembuatan batik tradisional. Dengan demikian, batik unsur Kimia dapat membaur dengan motif-motif klasik.

Setiap motif disertai label yang berisi keterangan motif yang digunakan. Pada motif kolestrol, misalnya, dijelaskan bahwa kolesterol adalah salah satu sterol yang terdapat pada semua sel hewan dan manusia. Kolesterol terdapat dalam darah, empedu, kelenjar adrenalin bagian luar, dan jaringan syaraf.

Sejauh ini, penjualan baru berlangsung dari mulut ke mulut dan melalui situs jejaring sosial. Pesanan cukup banyak, termasuk dari luar DI Yogyakarta.

Salah satu mahasiswa peneliti FMIPA UNY, Dewi Permanasari (22), mengatakan, batik unsur Kimia sangat diminati kalangan mahasiswa dan dosen. ”Ada beberapa teman yang berencana membuat seragam dari batik ini,” katanya. (IRE)


Sumber : Kompas.com 3 Desember 2010

Mengusir Nyamuk Tanpa Bahan Kimia

Bagaimana cara Anda menangkal gigitan nyamuk? Penggunaan antinyamuk, baik dioles di kulit atau disemprot mungkin lebih banyak dipilih karena lebih efektif mengusir nyamuk. Namun, produk berbahan kimia itu pada umumnya bersifat toksik, bisa menimbulkan iritasi kulit, serta meninggalkan bau.

Untuk Anda yang lebih menyukai cara alami dan non kimia, sebenarnya kipas angin di rumah bisa jadi penangkis nyamuk yang efektif.

Penelitian menunjukkan angin adalah metode yang efektif untuk melawan nyamuk dan serangga udara lainnya. Hembusan angin akan membuat nyamuk tidak bisa mendarat di kulit Anda, seperti halnya badai yang menyebabkan pesawat tidak bisa mendarat di bandara.

Alasan lain yang lebih ilmiah adalah, kipas angin akan menipiskan karbondioksida yang dihirup. Karbon dioksida adalah senyawa kimia yang paling menarik nyamuk. Angin dari kipas angin juga akan membuat suhu tubuh Anda lebih dingin di mana keringat, asam, dan panas tubuh akan menarik nyamuk mendekat.

Dalam sebuah studi yang dilakukan di tahun 2003, ahli epidemiologi dari Michigan State University menggunakan perangkap yang dipasang di dataran basah untuk menarik nyamuk. Pelepasan karbon dioksida ternyata menarik lebih banyak serangga ke dalam perangkap. Dan, makin banyak karbon dioksida, makin banyak nyamuk.

Menggunakan kipas angin dengan variasi kecepatan dinilai lebih efektif untuk mengusir nyamuk, baik di dalam atau di luar ruangan.

Lem perekat yang ditiru dari tokek

Sejak dahulu para ilmuwan terpikat dengan kemampuan tokek yang bisa berjalan melewati dinding maupun diatas atap rumah. Beberapa tahun terkahir, ilmuwan menemukan bahwa rambut-rambut kecil yang berada di bagian bawah telapak kaki tokek menjadi penyebab tokek memiliki kemampuan untuk menempel dengan kuat. Para ilmuwan pun mulai meniru hal ini untuk menciptakan lem perekat.

Sayangnya lem perekat yang ditiru dari tokek ini tak memiliki daya lengket yang mumpuni seperti yang dimiliki oleh tokek, setelah digunakan beberapa kali maka daya lengketnya pun berkurang.

Tak kurang akal maka para ilmuwan dari Northwwestern University di Everton mulai melirik ke hewan lain yang biasa hidup di air, yaitu sejenis remis. Remis ini seperti kerang, dan biasa hidup di sungai, danau atau laut. Remis ini memiliki kemampuan yang kuat untuk menempel di batu atau badan kapal, bahkan walaupun ada ombak yang menerjangnya, remis ini tetap kuat menempel di badan kapal.

Lalu sebenarnya bahan lengket apa yang dikeluarkan oleh remis ini? Ternyata dari kaki-kakinya remis ini mengeluarkan zat lengket mirip plester yang bisa menempel di obyek tempat dia bersandar. Zat ini bisa dipakai hingga 1000 kali tanpa kehilangan daya lengketnya. Tidak seperti plester yang biasa kita pakai jika dipakai berulang-ulang maka daya lengketnya akan berkurang. Dan kelebihan yang lain adalah mampu bekerja di bidang basah maupun kering.

Ilmuwan menyebut zat ini sebagai 3,4-dihydroxy-L-phenylalanine atau disingkat sebagai DOPA. Para ilmuwan pun membuat sebuah material mirip kaki tokek yang terdiri dari rambut-rambut halus dengan panjang 600 nm dan lebar 400 nm. Satu nanometer panjangnya adalah seperbilion meter.

Ilmuwan pun kemudian melapisi material ini dengan DOPA dan hasilnya material itu lengket ke sebuah obyek seperti layaknya sebuah plester. Lalu apa dari manfaat penemuan ini? Banyak sekali hal yang akan bisa dikembangkan misalnya dibidang kedokteran kita bisa membuat perban yang bisa menempel kuat ditubuh kita jadi perban itu tak akan bisa lepas walaupun kita sedang berenang atau dokter bisa menggunakannya untuk menutup luka akibat operasi.


Sumber :http://belajarkimia.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Yuyun Lusini, M.Si, Hp. 081316300285
Ir. Nurul Asni, M.Si, Hp. 08128526140


Jl. Tugu RayaKomplek Timah, Kelapa Dua Cimanggis, Depok – 16951Telp. : (021) 8710001, Fax.: (021) 8728523 Email : akacaraka@yahoo.co.id Website : www.akacn.ac.id