Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Tuesday, January 25, 2011

Kertas ATM Bisa Memicu Kanker?

Kertas ATM Bisa Memicu Kanker?

KOMPAS.com - Bagi Anda yang kerap bersentuhan dengan thermal paper seperti kertas faksimili atau struk ATM sebaiknya lebih waspada. Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar thermal paper yang digunakan mengandung zat kimia yang berpotensi memicu kanker (karsinogenik) yakni Bisphenol A (BPA). Thermal paper adalah kertas yang diresapi dengan suatu bahan kimia yang akan berubah warna bila terkena panas.

Sebuah yayasan konsumen di Taiwan akhir November lalu melakukan pengujian terhadap beberapa contoh thermal paper yang digunakan masyarakat. Sampel tersebut di antaranya diambil dari 7 merek kertas faksimili yang dijual di toko-toko, 20 sampel struk dari ATM, kantor pos, pusat perbelanjaan dan sampel dari sebuah mal di Taiwan.

Hasilnya menunjukkan, sekitar 60 persen sampel thermal paper tersebut mengandung BPA. Setidaknya 18 dari 28 sampel yang diuji mengandung zat kimia tersebut dengan kadar antara 10 hingga 50 ppm (parts per million). Selain dikenal sebagai zat kimia yang dapat mengacaukan hormon, BPA juga dikaitkan dengan penyakit kanker, obesitas dan pubertas dini.

Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika Serikat (US Environmental Protection Agency) pun pernah menguji kandungan BPA dalam thermal paper, khususnya struk ATM. Pengujian menunjukkan, 2,5 mikrogram BPA akan terpapar dari struk ATM ke tangan manusia jika struk tersebut dipegang selama sekitar 10 detik. Paparan ini akan meningkat hingga 1,5 kali jika struk ini diremas-remas oleh tangan.

Negara-negara di dunia sendiri mulai menyadari akan acaman BPA terhadap kesehatan. Kanada melarang penggunaan BPA dalam botol susu pada 2008, sedangkan Uni Eropa menentukan batas legal BPA untuk kontainer plastik sebesar 30 ppb (parts-per-billion).

Otoritas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) sendiri pada tahun 2008 menyatakan bahwa BPA adalah zat yang aman. Tetapi FDA juga mengkhawatiran risiko kesehatan yang ditimbulkan zat berbahan polikarbonat yang banyak dipakai dalam kemasan plastik itu.

Dalam pernyataannya, FDA pernah mengatakan BPA berpotensi membahayakan otak, menyebabkan gangguan perilaku, serta menimbulkan efek serius pada kelenjar prostat janin, bayi dan anak-anak. Untuk itu, FDA akan bekerjasama dengan lembaga riset pemerintah untuk mengetahui dampak senyawa kimia ini pada hewan dan manusia.


Sumber : kompas.com

Wednesday, January 12, 2011

JAJANAN ANAK SEKOLAH MENGANDUNG BAHAN KIMIA BERBAHAYA

JAJANAN ANAK SEKOLAH MENGANDUNG BAHAN KIMIA BERBAHAYA

Jakarta, 12/1/2010 (Kominfo-Newsroom) - Hasil survei Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap jajanan anak sekolah di 4.500 sekolah dasar di Indonesia menyatakan bahwa antara 3-20 persen jajanan anak sekolah masih mengandung bahan kimia berbahaya.

Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan RI, Endang Rahayu Sedyaningsih, saat meninjau mobil laboratorium pengawas jajanan anak sekolah di Sekolah Dasar (SD) Menteng Dalam 02 Pagi, Jakarta, Selasa (12/1).

Menurut Menkes, bahan kimia yang terkandung dalam makanan jika tertumpuk dalam tubuh akan membahayakan kesehatan.

“Kalau sedikit demi sedikit tertumpuk dalam tubuh akan sangat membahayakan, untuk itu mobil laboratorium pengawas jajanan anak sekolah di sekolah dasar ini menjadi salah satu cara untuk mencek apakah betul makanan itu positif mengandung bahan kimia berbahaya,” kata Menkes.

Menurutnya, jika jajanan itu dijual di kantin sekolah, maka masih dapat dilakukan pembinaan dan pengawasan, tetapi masalah terjadi, terutama ketika jajanan tersebut berada di luar sekolah, karena akan sulit mengawasinya.

“Untuk itu, memberikan pengertian kepada anak-anak sangat penting dilakukan supaya mereka tidak membelinya,” katanya.

Sementara itu Husniah Rubiana Thamrin Akib dari BPOM yang mendampingi Menkes menjelaskan, mobil pengawasan jajanan anak sekolah ini baru ada di enam kabupaten/kota, yaitu di Kota Serang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Semarang. Pengawasan di luar enam daerah itu dilakukan dengan melibatkan laboratorium BPOM yang ada di seluruh Indonesia.

“Banyak bahan makanan yang dibuat untuk jajanan anak-anak yang mengandung bahan berbahaya, misalnya zat pewarna, boraks dan formalin. Survei yang dilakukan di 4.500 sekolah dasar, jananan tersebut mengandung sekitar 3-20 persen bahan berbahaya yang hasilnya bervariasi di masing-masing daerah,” kata Husniah.

Untuk meneliti masalah tersebut, katanya, maka kemudian dioperasikan mobil laboratorium pemeriksaan jajanan anak sekolah guna memeriksa kandungan bahan kimia berbahaya pada sampel jajanan anak sekolah dan memberikan penyuluhan kepada pihak sekolah dan pedagang.

Untuk tahun 2010, katanya menambahkan, ada 22 mobil laboratorium pengawasan makanan yang tersebar di Pulau Jawa dan NTB, yang pengadaannya berasal dari dana APBN. BPOM, menurutnya, sebelumnya telah mengusulkan pengadaan sebanyak 140 unit. (T.Jul/ysoel)

Sumber : Depkominfo
Sumber Foto : MediaIndonesia.com

Monday, January 10, 2011

Stop Konsumsi Makanan Siap Saji

Alasan Baru Stop Konsumsi Makanan Siap Saji

Studi: pembungkus makanan cepat saji sama berbahayanya dengan makanan 'sampah' itu sendiri

VIVAnews - Masih berpikir mampir ke gerai makanan cepat saji setelah lelah belanja atau berjalan-jalan di mal? Pertimbangkan kembali sebelum ikut mengantre. Studi baru-baru ini menunjukkan, pembungkus makanan cepat saji sama berbahayanya dengan makanan 'sampah' itu sendiri.

Kertas pembungkus makanan siap saji mengandung racun perfluoroalkali yang mencemari darah. Perfluoroalkali adalah racun kimia sintesis untuk melapisi permukaan agar tidak dapat bocor akibat minyak, gemuk atau air.

Penelitian University Toronto menyatakan, timbunan fosfat polyfluoroalkil (Pap) atau pecahan asam karboksilat perfluorinated (PFOA) pada pembungkus makanan menyebabkan kencing darah. Dari penelitian diketahui bahan kimia beracun ini dapat dideteksi pada hampir semua orang di Amerika Serikat.

Selain kemasan makanan dan pembungkus makanan cepat saji, sumber paparannya meliputi pelindung air minum, debu, udara, karpet dan kain, pembunuh api, panci dan wajah anti-lengket hingga penghilang noda pakaian. Selain di darah, racun ini bahkan terdapat dalam air susu ibu.

Studi sebelumnya menyebut panci dan wajan anti lengket sumber paling umum racun turunan PFC. Bukti terbaru mengungkap, kertas plastik makanan siap saji adalah sumber utama lainnya.

Dalam penelitian terhadap hewan, PFOA dikaitkan dengan bahaya kesehatan seperti:
1. Kelahiran prematur pada janin tikus namun tidak berpengaruh pada ibu.

2. Perubahan berat pada berbagai organ, termasuk otak, prostat, hati, timus dan ginjal.

3. Kematian sejumlah besar anak tikus dengan ibu yang terkena PFOA.

4. Kerusakan hipofisis, pengatur pertumbuhan dan reproduksi, pada semua keturunan tikus betina.

5. Tumbuhnya tumor dalam jangka panjang.

6. Masalah sistem kekebalan tubuh.

7. Meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.

• VIVAnews

Sumber : http://kosmo.vivanews.co

Saturday, January 8, 2011

Status Keamanan Mi Instan: Kasus Nipagin

Jakarta - Pertanyaan sekitar status keamanan Bahan Tambahan Pangan (BTP) Nipagin pada produk mie instan di Indonesia sekarang ini sedang ramai. Hal ini dipicu oleh peristiwa di Taiwan, di mana produk instan asal Indonesia ditarik karena mengandung BTP pengawet yang dianggap berbahaya.

Apa itu Nipagin?

Nipagin adalah nama dagang untuk senyawa metil hidroksi benzoat, yaitu senyawa ester metil dari asam p-hidroksibenzoat. Senyawa ini merupakan bahan tambahan pangan senyawa turunan asam benzoat, yang berfungsi sebagai bahan antimikroba atau pengawet. Senyawa ini sering juga dikenal dengan nama metil paraben.

Secara alami, senyawa benzoat termasuk beberapa esternya bisa ditemukan pada buah-buahan; terutama buah kranberi (cranberries). Selain itu, senyawa benzoat secara alami juga bisa ditemukan pada jamur, kayu manis, dan cengkeh. Untuk keperluan komersial; asam benzoat ini disintesis secara kimia dan kemudian diubah menjadi ester melalui reaksi esterifikasi, di antaranya menjadi metil hidroksi benzoat.

Dalam praktiknya; terdapat beberapa jenis ester dari hidroksi benzoat; di antaranya adalah ester metil (-CH3), etil (-C2H5), propil (C3H7) dan butil (C4H9) hidroksi benzoat. Sebagai pengawet; semakin panjang rantai C, maka senyawa tersebut akan mempunyai efektivitas antimikroba yang semakin tinggi. Namun demikian; sebagai BTP pengawet; senyawa yang paling banyak ditemukan adalah metil dan/atau etil hidroksi benzoat. Dan BTP pengawet yang saat ini sedang diributkan adalah metil hidroksi benzoat, atau nipagin.

Status Nipagin Sebagai Pengawet

Faktor keamanan pangan merupakan merupakan prasyarat universal bagi mutu pangan yang baik. Dengan kata lain, untuk produk pangan, tidak ada artinya berbicara citarasa dan nilai gizi, atau pun sifat fungsional yang bagus, tetapi produk tersebut tidak aman untuk dikonsumsi.

Persyaratan yang sama juga berlaku bagi kajian tentang BTP, seperti pengawet. Karena itu, setiap valon BTP, baik yang diekstrak dari sumber alam atau pun disintesis; harus terlebih dahulu dilakukan kajian keamanan secara ketat. Untuk melakukan kajian keamanan suatu BTP ini dilakukan oleh otoritas keamanan pangan di berbagai negara.

Di Indonesia, kajian keamanan BTP ini dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM, RI). Penggunaan BTP secara aman di Indonesia diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/Menkes/Per/rX/88 tentang Bahan Tambahan Makanan. Dalam peraturan tersebut jelas bahwa nipagin (metil-p-hidroksi benzoat) adalah termasuk sebagai bahan pengawet yang diizinkan penggunaannya untuk bahan pangan tertentu; antara lain pada produk acar ketimun dalam botol dan kecap (dengan batas maksimum 250 mg/kg), ekstrak kopi cair (dengan batas maksimum 450 mg/kg), serta pasta tomat dan sari buah (dengan batas maksimum 1 g/kg).

Di Uni Eropa –misalnya- suatu senyawa diizinkan pemakaiannya sebagai BTP jika panel ahli telah melakukan kajian dan mendapatkan bukti-bukti ilmiah yang menyakinkan bahwa bahan tersebut aman dan pemakaiannya memberikan manfaat bagi masyarakat. Badan yang bertugas melakukan evaluasi keamanan untuk bahan tambahan pangan di Uni Eropa ini adalah European Food Safety Authority (EFSA; http://www.efsa.europa.eu/). Jika dalam kajiannya diyakini bahwa senyawa tersebut aman dan bermanfaat pemakaiannya; maka senyawa tersebut akan dimasukkan dalam daftar BTP yang diizinkan; dan diberikan nomor dengan kode huruf E di depannya.

Daftar bahan tambahan yang diizinkan penggunaannya oleh Uni Eropa; bisa dilihat di http://www.food.gov.uk/safereating/chemsafe/additivesbranch/enumberlist. Untuk nipagin, panel ahli EFSA telah melakukan bahwa pemakaiannya sebagai BTP adalah aman, dan oleh otoritas keamanan pangan Uni Eropa nipagin diberikan kode E218.

Pada tahun 2004, Otoritas Keamanan Pangan Uni Eropa (EFSA) melalui Panel Ahli (The Scientific Panel on Food Additives, Flavourings, Processing Aids and Materials in Contact with Food) kembali melakukan kajian keamanan nipagin; dengan mempertimbangkan data-data terbaru. Hasil kajian dari EFSA ini dituangkan dalam bentuk opini ilmiah EFSA yang dikeluarkan pada bulan September 2004. Secara lengkap; opini ilmiah ini bisa diunduh dari http://www.efsa.europa.eu/en/scdocs/scdoc/83.htm.

Salah satu hasil penting dari kajian ini adalah penegasan kemabli tentang status aman bagi nipagin (metil hidroksi benzoat) sebagai pengawet, dengan ADI (Acceptable Daily Intake) sampai 10 mg/kg berat badan per hari. Kajian yang sama juga dilakukan oleh berbagai otoritas keamanan pangan di berbagai negara; antara lain Amerika, Kanada, Singapura dan lain-lain.

Di Amerika, nipagin atau metil paraben bahkan dimasukkan dalam kategori GRAS (generally regarded as safe) untuk pengawet pangan http://www.accessdata.fda.gov/scripts/fcn/fcnDetailNavigation.cfm?rpt=scogsListing&id=210). Demikian juga dengan standar BTP yang dikeluarkan oleh Codex Alimentarius Commission (CAC) -badan standar pangan dunia (FAO/WHO)-. CAC telah mengadopsi dan selalu merevisi adanya standar bahan tambahan pangan dengan terbitnya Codex General Standard for Food Additives (http://www.codexalimentarius.net//download/standards/4/CXS_192e.pdf).

Standar ini pertama kali diadopsi pada tahun 1995; dan direvisi tahun 1997, 1999, 2001, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009 dan terakhir 2010). Pada standar mutakhir tersebut, CAC mengizinkan penggunaan nipagin (dengan nomor INS 218) untuk beberapa jenis produk pangan; termasuk untuk kecap dengan batas maksimum 1.000 mg/kg. Secara khusus, standar penggunaan nipagin untuk berbagai produk pangan ini baru diadopsi oleh CAC antara tahun 2009-2010; yang bararti bahwa kajian keamanannya telah mempertimbangkan berbagai data keamanan mutakhir. Dengan demikian, jelas bahwa otoritas keamanan pangan berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia, dan bahkan lembaga Internasional (CAC) telah menyatakan bahwa penggunaan metil hidroksi benzoat untuk pengawet adalah aman.

Bagaimana Dengan Kasus Mie Instan?

Telah dijelaskan bahwa dari sisi keamanan pangan; banyak otoritas keamanan pangan di berbagai negara di dunia; termasuk Uni Eropa dan bahkan CAC telah menyatakan bahwa metil hidroksi benzoat adalah salah satu bahan pengawet yang aman digunakan. Kenapa kasus penggunaan nipagin pada kecap (sebagai bumbu) pada produk mie instan sekarang dihebohkan?

Kehebohan ini ini memang dipicu dengan peristiwa di Taiwan, di mana produk instan asal Indonesia ditarik karena mengandung BTP pengawet yang dianggap berbahaya. Pelarangan oleh otoritas keamanan pangan Taiwan terhadap penggunaan metil hidroksi benzoat merupakan kebijakan negara yang bersangkutan. Pada dasarnya, penetapan izin penggunaan BTP beserta batas maksimum perlu mengacu pada prinsip analisis risiko; yang dilakukan oleh masing-masing negara. Sebagai acuan; berbagai negara menggunakan peraturan dan standar keamanan pangan yang dikeluarkan oleh Codex Alimentarius Comimission (CAC). Dalam hal ini, kebijakan Taiwan ini jelas berbeda dengan peraturan yang dikeluarkan oleh CAC.

Teorinya; jika suatu negara mengeluarkan peraturan yang lebih ketat daripada aturan CAC; maka negara tersebut harus menunjukkan secara transparan hasil studinya; dengan menggunakan pendekatan analisis risiko yang valid. Sampai saat ini, tidak jelas apakah Taiwan telah melakukan analisis risiko itu atau belum. Namun demikian, mengingat bahwa Taiwan bukanlah negara anggota CAC, tuntutan transparansi tentang hasil studi tersebut sulit dilakukan. Tidak adanya analisis risiko yang dipublikasikan ini telah menyebabkan sulitnya melakukan cek silang tentang kebenaran klaim ketidak-amanan metil hidroksi benzoat sebagai BTP pengawet ini.

Jadi, mengacu pada kajian dan peraturan keamanan pangan dari EFSA, CAC, US FDA dan termasuk Indonesia; maka penggunaan metil hidroksi benzoat sebagai BTP adalah aman; asalkan penggunaannya tidak melewati batas maksimum yang ditetapkan. Sebagai ilustrasi; berikut adalah perhitungan sederhana tentang keamanan mie instan, dalam kaitannya dengan nipagin. Mengacu pada penetapan ADI (Acceptable Daily Intake) nipagin (metil hidroksi benzoat; E218) oleh EFSA sebesar 10 mg/kg berat badan per hari, maka seseorang dengan berat badan 50 kg dapat mengkonsumsi sebanyak 500 mg nipagin per harinya tanpa ada pengaruh kesehatan apapun.

Kemudian, mengacu pada batas maksimum penggunaan nipagin pada kecap oleh BPOM adalah 250 mg/kg; dan 1 pak mie instan mengadung sekitar 4 gram kecap; maka jumlah 500 mg nipagin itu akan tercapai jika seseorang tersebut mengkonsumsi sebanyak 500 bungkus mi instan setiap hari. Jelas sulit sekali seseorang untuk mencapai jumlah konsumsi tersebut.

Terlihat bahwa jika digunakan dalam batas-batas penggunaan sesuai dengan peraturan yang seperti sekarang ini; maka keamanan penggunaan nipagin bisa dijamin. Kata kuncinya jelas adalah pada disiplin dan tanggung jawab produsen dan pengawasan pemerintah yang efektif.

Saran Untuk Konsumen

Memang tuntutan kepraktisan dan ketersediaan waktu yang semakin sempit karena kesibukan; konsumen memang memerlukan pangan yang lebih praktis. Namun demikian, konsumen perlu selalu berusaha mengembangkan perilaku hidup sehat; termasuk perilaku makan sehat dengan menu pangan yang sehat. Secara umum, perilaku makan sehat yang perlu disampaikan adalah (i) konsumsi aneka ragam jenis pangan dan (ii) jangan berlebih-lebihan terahadap salah satu jenis produk pangan.

Dalam menyusun menu sehari-hari, upayakan minimal harus terdiri dari 3 kelompok pangan; yatu pangan pokok, lauk pauk, sayur dan buah. Produk pangan olahan, bisa digunakan sebagai pilihan dalam menyusun menu yang menarik dan bervariasi. Untuk memilih produk pangan olahan, biasakan membaca label, meneliti ada tidaknya nomor pendaftaran oleh BPOM atau Dinas Kesehatan, dan menggunakannya sesuai dengan petunjuk penggunaan dan penyimpanannya.

*) Purwiyatno Haryadi adalah Direktur Southeast Asian Food and Agricuktural Science & Technology (SEAFAST) Center, LPPM, IPB dan Guru Besar Rekayasa Proses Pangan, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fateta, IPB.

(vit/vit)

Sumber :www.detiknews.com


Thursday, January 6, 2011

Arsenik Berpotensi Menjadi Obat Leukemia

SHANGHAI, KOMPAS.com - Arsenik, racun favorit sejak zaman Romawi, ternyata bisa bekerja mengahancurkan protein spesifik dalam sel kanker darah atau leukemia. Para ilmuwan dari Cina merasa yakin, arsenik memliki potensi besar menjadi obat kanker di masa depan.

"Hasil penelitian kami menunjukan bagaimana arsenik langsung menuju protein target dan membunuhnya," kata ketua peneliti Zhang Xiaowei dari State Key Laboratory of Medical Genomics, Shanghai, China.

Kelebihan lain dari arsenik, tambah Zhang, adalah tidak menimbulkan efek samping seperti halnya kemoterapi. "Tidak ada efek rambut rontok atau gangguan fungsi tulang. Karena itu kami tertarik untuk mendalami apakah arsenik juga bisa dipakai pada jenis kanker lain," katanya.

Senyawa arsenik merupakan racun yang mematikan karena tidak berbau, tidak berasa dan larut dalam air sehingga sulit dideteksi. Apalagi, gejala keracunannya mirip orang yang mengalami gangguan pencernaan biasa, yaitu muntah-muntah, diare dan keringat berlebih.

Di Cina, arsenik memiliki dua fungsi, selain sebagai zat racun, sejak ribuan tahun lalu arsenik juga dimanfaatkan sebagai bagian dari pengobatan tradisional Cina.
Pada tahun 1992, sejumlah dokter di Cina melaporkan arsenik mampu menyembuhkan 90 persen penyakit leukimia akut. Akan tetapi saat itu belum bisa dijelaskan bagaimana cara kerja arsenik sampai kemudian Zhang dan timnya menggunakan teknologi modern untuk mengetahuinya.

Dalam laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Science, Zhang dan timnya, termasuk Menteri Kesehatan Cina Chen Zhu, menjelaskan bagaimana peralatan modern yang canggih mampu melihat cara kerja arsenik dalam mencari sel kanker.

"Hal ini menunjukkan bagaimana teknologi Barat bisa dipakai membuka misteri pengobatan tradisional Cina," kata Zhang.

Kendati belum semua dokter di dunia merekomendasikan penggunaan arsenik untuk mengobati leukimia akut, namun menurut Zhang di Cina tingkat harapan hidup pasien leukimia sangat tinggi, yakni mencapai lima tahun.

Sumber : kompas.com

Tags:

Friday, December 31, 2010

Bahaya Rokok dan Reaksi Kimia

Proses pembakaran rokok tidaklah berbeda dengan proses pembakaran bahan-bahan padat lainnya. Rokok yang terbuat dari daun tembakau kering, kertas dan zat perasa, dapat dibentuk dari unsur Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N) dan Sulfur (S) serta unsur-unsur lain yang berjumlah kecil. Rokok secara keseluruhan dapat diformulasikan secara kimia yaitu sebagai (CvHwOtNySzSi).

Dua reaksi yang mungkin terjadi dalam proses merokok

Pertama adalah reaksi rokok dengan oksigen membentuk senyawa-senyawa seperti CO2, H2O, NOx, SOx, dan CO. Reaksi ini disebut reaksi pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi yaitu diatas 800oC. Reaksi ini terjadi pada bagian ujung atau permukaan rokok yang kontak dengan udara.

CvHwOtNySzSi + O2 -> CO2+ NOx+ H2O + SOx + SiO2 (abu) ((pada suhu 800oC))

reaksi pembakaran rokok

Reaksi yang kedua adalah reaksi pemecahan struktur kimia rokok menjadi senyawa kimia lainnya. Reaksi ini terjadi akibat pemanasan dan ketiadaan oksigen. Reaksi ini lebih dikenal dengan pirolisa. Pirolisa berlangsung pada temperatur yang lebih rendah dari 800oC. Sehingga rentang terjadinya pirolisa pada bagian dalam rokok berada pada area temperatur 400-800oC. Ciri khas reaksi ini adalah menghasilkan ribuan senyawa kimia yang strukturnya komplek.

CvHwOtNySzSi -> 3000-an senyawa kimia lainnya + panas produk ((pada suhu 400-800oC))
reaksi pirolisa

Walaupun reaksi pirolisa tidak dominan dalam proses merokok, tetapi banyak senyawa yang dihasilkan tergolong pada senyawa kimia yang beracun yang mempunyai kemampuan berdifusi dalam darah. Proses difusi akan berlangsung terus selagi terdapat perbedaan konsentrasi. Tidak perlu disangkal lagi bahwa titik bahaya merokok ada pada pirolisa rokok. Sebenarnya produk pirolisa ini bisa terbakar bila produk melewati temperatur yang tinggi dan cukup akan Oksigen. Hal ini tidak terjadi dalam proses merokok karena proses hirup dan gas produk pada area temperatur 400-800oC langsung mengalir kearah mulut yang bertemperatur sekitar 37oC.

Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin

Selain reaksi kimia, juga terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur antara 100-400oC. Nikotin yang menguap pada daerah temperatur di atas tidak dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi dan tidak melalui proses pembakaran. Terkondensasinya uap nikotin dalam gas tergantung pada temperatur, konsentrasi uap nikotin dalam gas dan geometri saluran yang dilewati gas.

Pada temperatur dibawah 100oC nikotin sudah mengkondensasi, jadi sebenarnya sebelum gas memasuki mulut, kondensasi nikotin telah terjadi. Berdasarkan keseimbangan, tidak semua nikotin dalam gas terkondensasi sebelum memasuki mulut sehingga nantinya gas yang masuk dalam paru-paru masih mengandung nikotin. Sesampai di paru-paru, nikotin akan mengalami keseimbangan baru, dan akan terjadi kondensasi lagi.

Jadi, ditinjau secara proses pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya dengan proses pembakaran kayu di dapur, proses pembakaran minyak tanah di kompor, proses pembakakaran batubara di industri semen, proses pembakaran gas alam di industri pemanas baja dan segala proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen. Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru- paru mereka.

Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.

Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ. (dari pelbagai sumber)

Tuesday, December 28, 2010

Kopi dan Teh yang Lama Diseduh Mengandung Kafein Lebih Tinggi

Kopi dan Teh yang Lama Diseduh Mengandung Kafein Lebih Tinggi

Jakarta,
Kopi dan teh adalah minuman favorit banyak orang yang sama-sama mengandung kafein. Banyaknya kandungan kafein dalam kopi dan teh sangat bergantung dari proses pengolahan dan cara menyeduhnya. Semakin lama diseduh akan membuat kadar kafeinnya makin tinggi.

Seperti dikutip dari BBCHealth, Selasa (28/12/2010) kopi dan teh yang waktu penyeduhannya lebih lama akan membuat kandungan kafein dalam minuman tersebut semakin tinggi.

Kenapa kopi dan teh yang kelamaan diseduh kafeinnya tinggi?

Hal ini karena kopi atau teh yang lebih lama diseduh akan menyebabkan semakin banyaknya kafein yang keluar dari serbuk kopi atau teh yang lalu berpindah ke dalam cangkir.

Proses pengeluaran kafein itu akan semakian banyak dalam minuman akhir yang terlalu lama diseduh. Gambarannya kopi atau teh yang diseduh 5 menit kafein yang keluar akan semakin banyak dibanding kopi atau teh yang diseduh 3 menit.

Kafein merupakan salah satu jenis senyawa alkaloid yang secara alamiah sudha terdapat di dalam biji kopi, daun mete, daun teh, biji kola, biji cokelat dna juga beberapa minuman penyegar atau soda.

Pada kopi, proses pemanggangan biji kopi turut mempengaruhi kadar kafein yang tersisa. Karena memanggang biji kopi akan menghancurkan beberapa kafein sehingga kadarnya lebih rendah dibandingkan dengan biji kopi yang tidak dipanggang atau waktunya sebentar saja.

Sedangkan kandungan kafein dari teh dipengaruhi oleh banyak faktor, karenanya tidak selalu teh hitam mengandung kafein lebih tinggi dibanding teh hijau, atau teh putih memiliki kadar kafein paling kecil.

Faktor terbesar yang mempengaruhi kadar kafein dalam teh adalah bagian dari tanaman teh yang digunakan. Pada tanaman teh, kandungan kafein paling banyak terdapat di tunas daunnya, sedangkan daun yang tua dan batangnya memiliki kadar kafein yang lebih rendah.

Namun teh umumnya mengandung zat antioksidan yang disebut dengan flavonoid, zat ini telah terbukti bisa membantu memperlambat atau menghambat reaksi kimia yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh.

Kafein bertindak sebagai stimulan ke jantung dan juga sistem saraf pusat. Selain itu kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah dalam jangka waktu pendek dan belum ada bukti untuk jangka waktu panjang.

Efek kafein terhadap tekanan darah paling mungkin terjadi jika seseorang mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan, atau orang tersebut sangat sensitif. Karenanya orang yang memiliki riwayat hipertensi dan juga ibu hamil harus membatasi asupan kafeinnya yaitu kurang dari 300 mg per hari.


(ver/ir)

Sumber : www.detikhealth.com

Aspirin dari Masa ke Masa

Beijing, Khasiat kulit pohon Willow digunakan orang Mesir Kuno dan diikuti Hiprokrates pada ribuan tahun silam sebagai obat penghilang rasa sakit, demam dan peradangan. Ilmuwan moderen kemudian menemukan senyawa rahasianya yang dikembangkan dalam obat moderen.

Senyawa kimia yang ditemukan tersebut bernama Asam Asetilsalisilat (ASA) yang disintesis dalam bentuk murni oleh Felix Hoffmann pada tahun 1887 yang menjadi cikal bakal Aspirin. Kepopuleran Aspirin terus berlanjut dan dikenal sebagai obat rumah tangga di hampir semua negara Amerika, Eropa, Australia dan Asia.

Efek Aspirin sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi rasa sakit atau nyeri telah digunakan selama 100 tahun terakhir. Saking populernya, Aspirin menjadi santapan penelitian oleh ilmuwan baik dalam temuan baru atau pun yang mengkritisinya.

"Aspirin menjadi obat yang paling banyak diteliti baik dalam temuan baru atau yang membantahnya," kata Profesor Peter Elwood, MD, DSc, FRCP, FFPHM dari Departement of Epidemilogy di Cardiff University College of Medicine Inggris ketika berbicara dalam acara 'Scientific Tutorial for Journalist' yang diadakan Bayer Schering Pharma di Marco Polo Beijing, China.

Semua hasil-hasil penelitian itu kata Profesor Elwood kemudian dilakukan meta analisis untuk memastikan kesahihannya. Dari sinilah kemudian muncul khasiat lain Aspirin yang tak cuma penghilang rasa sakit, nyeri dan demam. Aspirin berkembang menjadi pengobat dan pencegah penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah darah/stroke).

Menurut Profesor Thomas A Pearson, MD, MPH, PhD dari University of Rochester Medical Center, New York AS, dalam acara World Congress of Cardiology di Beijing 16-19 Juni 2010, Aspirin bisa mencegah terjadinya penggumpalan darah pemicu utama jantung dan stroke.

Penggunaan dosis rendah setiap hari bagi orang yang berisiko terkena penyakit kardiovaskular terbukti bisa mengurangi risiko penggumpalan darah. Risiko penggumpalan darah ini terjadi pada penderita tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas (kegemukan), merokok dan kurang bergerak.

Penelitian Aspirin sebagai pengobat dan pencegah kardiovaskular dikembangkan sejak tahun 1970-an. Sejak saat itu Aspirin menjadi 'teman' wajib penderita jantung dan kolesterol tinggi.

"Hasil studi 6 penelitian menunjukkan Aspirin bisa mengurangi risiko serangan jantung fatal dan stroke mulai dari pengurangan 15 persen hingga 66 persen," kata Profesor Pearson.

Penggunaan Aspirin dalam dosis kecil tiap hari sebesar 100 mg atau kurang untuk orang yang berisiko terkena kardiovaskular, juga telah dilindungi oleh Bayer dengan senyawa yang aman untuk menghindari iritasi lambung. Bayer membuat efektifitas ASA lebih baik dari obat generik lainnya karena hanya menggunakan dosis rendah untuk pencegahan kardiovaskular.

Hal itu diamini oleh Dr. Ronally Rasmin, SpJP dari RS Budhi Asih Jakarta dalam penjelasan tertulisnya, Minggu (20/6/2010) yang mengakui cara kerja Aspirin dosis rendah yang lebih luas.

"ASA Generik yang non-coated, dosisnya lebih besar dan lebih diindikasikan pada kasus demam, nyeri dan untuk anak. Sedangkan ASA dosis rendah keluaran Bayer sudah coated tablet, lepasnya di dalam sel cerna terukur dan diindikasikan karena cara kerjanya untuk jumlah penyakit yang lebih luas seperti kardiovaskular, perokok, dislipidemia selain angina," katanya.

Profesor Pearson mengatakan penggunaan Aspirin yang terbukti efektif untuk kardiovaskular juga telah diikuti dengan penelitian Aspirin untuk pengobatan dan pencegahan kanker, Alzheimer dan preeklamsia (darah tinggi saat hamil).

"Sudah banyak penemuan Aspirin yang bisa untuk pencegahan kanker usus besar (kolorektal), kanker payudara, kanker prostat, kanker paru, Alzheimer dan pre
eklamsia yang sepertinya manfaatnya tinggal menunggu pembuktian lebih lanjut saja," kata Profesor Pearson.

Diakui Profesor Pearson, perhatian Aspirin masih terpusat pada manfaat pengobatan dan pencegah kardiovaskular. Tapi menurutnya penelitian lain menjanjikan penggunaan aspirin yang makin dinamis di waktu-waktu mendatang.

Publik akan menunggu kejutan apalagi dari Aspirin yang tak hanya sebagai obat nyeri dan demam tapi menjadi obat dan pencegah kardiovaskular.

Apakah nama Aspirin yang melegenda dalam dunia medis selama 1 abad ini akan memunculkan khasiat baru lagi
(ir/up)

Sumber : www.detikhealth.com

Saturday, December 25, 2010

Olahan bubuk tempe bisa setop diare

JAKARTA: Pengolahan tempe menjadi bentuk susu (bubuk) dapat diterima cukup baik oleh penderita diare, tetapi masih memerlukan teknologi pengolahan untuk menghasilkan minuman fungsional berbasis tempe tersebut.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Mira Dewi, Faisal Anwar, Ali Komsan, dan Dadang Sukandar dari Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) tentang pengembangan produk tempe dalam bentuk susu bubuk menunjukkan bahwa pemberian tempe dalam bentuk bubuk dapat diterima dengan cukup baik oleh penderita.

Penelitian tersebut berhasil memformulasi pembuatan produk bubuk susu tempe berikut dengan analisis sifat kimia dan fisik produk, uji daya terima produk, dan uji klinis produk pada kasus diare pada sampel anak usia 2-5 tahun.

Berdasarkan penelitian itu, agar rasa dan aromanya bisa diterima oleh penderita diare, maka selain tersusun dari tepung tempe, dalam proses pengolahannya ditambahkan bahan-bahan di antaranya susu instan full cream, garam, sukralosa, serta flavor, mocca.

Untuk melihat dosis bubuk tempe yang dapat diterima oleh konsumen digunakan dosis 12,5 gram dan 25 gram dan dosis susu instan digunakan konsentrasi 0, 2,5 dan 4 gram untuk setiap 25 gram dan 12,5 gram bubuk tempe.

Dari perbandingan hasil uji sifat kimia, fisik, dan organoleptik diketahui bahwa waktu fermentasi optimal untuk mendapatkan mutu dan penerimaan terbaik adalah lama fermentasi 36 jam.

Uji klinis mengenai manfaat produk ini untuk membantu penyembuhan diare pada anak-anak penting dilakukan, mengingat tempe mengalami berbagai tahapan proses dalam pengolahannya menjadi susu bubuk, yang bisa jadi berpengaruh terhadap manfaatnya dari segi klinis.

Hasil intervensi tempe atau produk susu tempe selama dua hari yang dilakukan tim peneliti pada anak penderita diare akut secara nyata mempercepat penurunan frekuensi diare yang dianalisis berdasarkan perkembangan klinis selama 5 hari.

Menurut tim peneliti dari IPB itu, hasil penelitian tersebut mempunyai arti penting dalam mewujudkan diversifikasi olahan produk tempe, yang tidak hanya bergizi tinggi tetapi juga mempunyai khasiat obat.(jha)


Sumber : www.bisnis.com

Friday, December 17, 2010

Definisi dan Gejala Alergi

Alergi adalah respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh. Orang-orang yang memiliki alergi memiliki sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap suatu zat biasanya tidak berbahaya di lingkungan. Ini substansi (serbuk sari, jamur, bulu binatang, dll) disebut alergen.

Alergi adalah masalah yang sangat umum, yang berdampak pada sedikitnya dua dari setiap 10 orang Amerika.
Apa Yang Terjadi Selama Reaksi alergi?

Pertama, seseorang terkena alergen dengan menghirup itu, menelan, atau mendapatkan itu pada atau di bawah kulit mereka. Setelah seseorang terkena alergi, serangkaian kegiatan menciptakan reaksi alergi:

1. Tubuh mulai menghasilkan antibodi jenis tertentu, yang disebut IgE, untuk mengikat allergen.
2. Antibodi melampirkan ke bentuk sel darah yang disebut sel mast. sel Mast dapat ditemukan di saluran udara, di usus, dan di tempat lain. Kehadiran sel mast dalam saluran udara dan saluran pencernaan membuat daerah ini lebih rentan terhadap paparan alergen.
3. Mengikat alergen ke IgE, yang melekat pada sel mast. Hal ini menyebabkan sel mast untuk melepaskan berbagai bahan kimia ke dalam darah. Histamin, senyawa kimia utama, menyebabkan sebagian besar gejala reaksi alergi.

Apa Apakah Gejala dari reaksi alergi?

Gejala umum dari suatu reaksi alergi terhadap alergen yang terhirup atau kulit meliputi:

* Gatal, mata berair
* Bersin
* Gatal, hidung beringus
* Ruam
* Merasa lelah atau sakit
* Hives (gatal-gatal dengan bercak merah dibangkitkan)

Eksposur lainnya dapat menyebabkan reaksi alergi yang berbeda:

* Makanan alergi. Reaksi alergi terhadap alergen makanan juga bisa menyebabkan kram perut, muntah, atau diare.
* Sengatan serangga. Reaksi alergi terhadap sengatan dari lebah atau serangga lain menyebabkan pembengkakan lokal, kemerahan, dan nyeri.

Kerasnya reaksi alergi, gejala dapat sangat bervariasi:

* Gejala ringan mungkin tidak begitu kentara, hanya membuat Anda merasa sedikit,
* Sedang gejala dapat membuat Anda merasa sakit, seolah-olah Anda, mendapat flu atau bahkan dingin.
* Parah reaksi alergi sangat tidak nyaman, bahkan melumpuhkan.

Kebanyakan gejala reaksi alergi pergi tak lama setelah berhenti eksposur.

Reaksi alergi yang paling parah disebut anafilaksis. Dalam anafilaksis, alergen menyebabkan reaksi alergi seluruh tubuh yang dapat mencakup:

* Gatal-gatal dan gatal-gatal di seluruh (bukan hanya di daerah terbuka)
* Mengi atau sesak napas
* Suara serak atau sesak di tenggorokan
* Kesemutan di tangan, kaki, bibir, atau kulit kepala

Anafilaksis adalah mengancam jiwa dan memerlukan perhatian medis segera. Gejala dapat berkembang pesat, sehingga menuju ruang darurat jika ada, kecurigaan dari anafilaksis.
Apakah Semua orang Memiliki Alergi?

Tidak, tidak semua orang memiliki alergi. Orang-orang mewarisi kecenderungan untuk menjadi alergi, meskipun tidak ke alergen tertentu. Bila salah satu orangtua alergi, anak mereka memiliki kesempatan 50% memiliki alergi. risiko itu melompat hingga 75% jika kedua orang tua memiliki alergi.

Plasebo, Obat Mujarab Tanpa Bahan Kimia

Jakarta, Plasebo adalah istilah obat yang dibuat tanpa bahan kimia yang kadang hanya berisi cairan garam. Tapi efek plasebo (semu) telah banyak membuat orang sakit tersugesti untuk sembuh.

Bagi Anda yang tak suka obat-obatan berbau kimia, obat jenis ini ampuh melawan penyakit. Obat itu hanya mengandalkan dua kata, yaitu 'Saya yakin'.

Peneliti membuktikan dua kata itu sama ampuhnya dengan obat-obatan kimia, bahkan lebih manjur. Efek itu pun disebut sebagai efek plasebo.

Dua kata itu dibuktikan peneliti melalui serangkaian percobaan untuk mengurangi rasa sakit penderita penyakit Lupus.

Dalam studinya, partisipan diberi dua jenis pil. Pil pertama mengandung zat kimia (pil asli) dan pil kedua adalah pil yang tidak mengandung zat kimia apapun (pil plasebo). Partisipan tidak diberitahu mereka diberi pil yang mana pada saat studi.

Dan ternyata, hanya dalam waktu dua minggu, 3/4 partisipan yang mengonsumsi pil plasebo merasa lebih baik daripada partisipan yang mengonsumsi pil asli. Efek ini disebut peneliti sebagai efek plasebo atau efek palsu.

Meski tidak mengandung zat kimia untuk meredakan rasa nyeri, namun di balik pil plasebo itu ternyata ada kekuatan yakin.

"Itulah hebatnya efek plasebo. Partisipan merasa lebih baik hanya karena mereka berharap dan yakin akan merasa lebih baik. Kekuatan pikiranlah yang membuat rasa sakit, lemah atau gelisah itu hilang," ujar Dr Robert Ader, seorang psikolog dari University of Rochester di New York seperti dilansir AOL, Jumat (13/11/2009).

Efek plasebo banyak digunakan dalam pengobatan alternatif, dimana penyembuhan lebih didasarkan pada kepercayaan menggunakan obat herbal dan terapi berkelanjutan dibandingkan ilmu pengetahuan.

"Efek plasebo itu tidak nyata, obat yang diberikan sebenarnya tidak ada kandungan obatnya sama sekali. Tapi dengan keyakinan yang kuat, plasebo memberikan efek yang menguntungkan," ujar Ader.

Peneliti mengatakan bahwa efek plasebo dapat memberikan keuntungan sepertiga dari segala perlakuan pengobatan. Bahkan studi yang dilakukan H.K. Beecher tentang 'The Powerful Placebo' pada tahun 1955 menunjukkan bahwa 32 persen pasien bisa sembuh karena efek plasebo.

Seorang spesialis lutut, Dr Thomas Schnitzer dari Northwestern University yang pernah melakukan studi tentang efek plasebo pun menemukan fakta bahwa suplemen yang mengandung glucosamin dan chondroitin ternyata tidak lebih baik dalam mengatasi sakit encok daripada obat plasebo.

Kenapa bisa begitu? Peneliti juga masih belum tahu. Tapi mereka menduga ada dua hal yang mempengaruhinya, yaitu efek psikologis dan emosi.

Imajinasi otak tentang keyakinan dan kata 'saya tau obat ini akan menyembuhkan' yang tertanam pada otak bisa memberikan perubahan biologis dan mempengaruhi tingkat pesan kimiawi dan hormon stres yang menandakan rasa sakit dan kesenangan.

Emosi juga dapat mempengaruhi perubahan psikologi. Contoh kasus pada anak yang terkena sakit batuk dan sesak. Menangis membuat saluran udara mengeras sehingga menyulitkan bernapas. Banyak orang percaya bahwa dengan kabut dingin hal tersebut dapat sembuh.

"Namun ketika diteiti di rumah sakit tenyata hal tersebut sebenarnya tidak ada pengaruhnya," ujar Dr Owen Hendley, seorang pediatrik dari university of virginia

Insomnia adalah salah satu penyakit yang bisa disembuhkan dengan efek plasebo. "Jika kamu butuh tidur, daripada minum obat-obatan tidur, lebih baik pura-pura saja minum obat tidur. Jika kamu yakin bisa tidur karena obat palsu itu, Anda pasti bisa tidur," ujar Michael Perlis, psikolog dan ahli saraf the University of Pennsylvania.

Sumber : www.detikhealth.com

46 Jamu Mengandung Bahan Kimia Obat

Jakarta, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 46 obat tradisiional atau jamu baik dalam bentuk serbuk atau kapsul yang ternyata dicampur dengan bahan kimia obat (BKO) seperti parasetamol, sibutramin, sidenafil dan tadalafil dengan dosis yang tinggi.

Bahan kimia obat yang dicampurkan ke dalam obat tradisional ini kebanyakan masuk ke dalam kategori obat keras dengan dosis yang jauh daripada dosis yang dianjurkan. Sehingga jika masyarakat mengonsumsi obat ini secara terus menerus, maka nantinya bisa merusak ginjal dan hati.

"Pengawasan obat tradisional yang beredar pada semester pertama (Januari-Juni) 2010 masih ditemukan obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat yang dilarang untuk dicampurkan," ujar Kepala BPOM Dra Kustantinah, Apt, M.App.Sc dalam acara jumpa pers di gedung BPOM, Jl. Percetakan Negara, Jakarta, Jumat (13/8/2010).

Hasil pengawasan obat tradisional yang dicampur dengan bahan kimia obat dalam kurun waktu 10 tahun menunjukkan kecenderungan yang berbeda, yaitu:
  1. Pada tahun 2001-2007 temuan obat tardisional yang dicampurkan dengan BKO menunjukkan ke arah obat rematik dan penghilang rasa sakit (misalnya sakit kepala), seperti mengandung fenilbutason dan metampiron.
  2. Sejak tahun 2007 temuan obat tradisional yang dicampurkan dengan BKO menujukkan adanya perubahan, karena cenderung ditemukan pada obat penambah stamina untuk laki-laki dan juga obat pelangsing untuk perempuan. Biasanya mengandung sibutramin, sidenafil dan tadalafil.
  3. Sebagian besar hasil temuan ini merupakan produk ilegal atau tidak terdaftar di Badan POM, tapi mencantumkan nomor pendaftara fiktif pada labelnya.

"Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan terhadap apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jika masyarakat mengonsumsi obat ini biasanya langsung terasa cespleng," ujar Kustantinah.

Kustantinah menyarankan kepada masyarakat agar berhati-hati dan waspada serta tidak mengonsumsi obat tradisional yang termasuk ke dalam kategori public warning. Karena produk-priduk ini dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan bahkan bisa berakibat fatal.

"Kita tidak ingin masyarakat pada akhirnya mendapatkan penyakit yang kritikal setelah mengonsumsi obat-obat tradisonal ini," ungkapnya.

Sumber : http://us.health.detik.com

Bahan Kimia BPA Pada Kemasan Perburuk Pencernaan

Tolous, Untuk pertama kalinya, peneliti berhasil menemukan hubungan antara bahan plastik dengan pencernaan. Bahan bispenol A (BPA) yang banyak terdapat pada botol minum, botol susu bayi dan pinggiran kaleng makanan atau minuman terbukti memperburuk pencernaan manusia.

Peneliti dari National Institute of Agronomic Research, Tolous awalnya membuktikan dampak negatif bahan plastik tersebut pada usus tikus. Namun setelah dicobakan pada manusia, hasilnya ternyata sama. BPA merusak pencernaan dengan cara menurunkan kemampuan permeabilitas usus dan sistem imun usus terhadap peradangan dan infeksi.

Lebih dari 130 studi sebelumnya menunjukkan bahwa BPA membawa efek buruk bagi kesehatan seperti kanker payudara, jantung, obesitas, pubertas dini, gangguan impotensi dan lainnya. Gangguan kesehatan itu bisa terjadi bahkan pada dosis BPA yang rendah sekalipun.

Kali ini, peneliti dari Perancis ingin membuktikan langsung dampak paparan BPA yang bisa masuk ke dalam tubuh melalui inhalasi (hirupan) atau kontak dengan makanan dan minuman terhadap organ yang pertama kali terkena bahan plastik tersebut yaitu usus.

Peneliti dari Toulous memberi BPA pada tikus secara oral dengan dosis sepuluh kali lebih rendah dari dosis aman untuk manusia dan hasilnya ternyata memang berbahaya. Bayi tikus yang ada di rahim, yang baru lahir dan yang diberi makanan pun dilaporkan banyak yang mengalami radang usus.

"Permeabilitas usus yang turun akibat bahan plastik menyebabkan air dan zat-zat mineral yang penting untuk tubuh tidak bisa diserap usus dan akhirnya menyebabkan peradangan," ujar penelitinya seperti dilansir Health24, Kamis (17/12/2009).

Studi ini menunjukkan bahwa usus sangat sensitif terhadap bahan plastik yang biasa ditandai dengan lingkaran segitiga bernomor 2 atau 7 di bawah botol ini.

Untuk itu kalangan industri yang menggunakan BPA sebagai bahan bakunya diharapkan bisa mengganti dengan bahan kimia yang lebih aman. Di Amerika penggunaan bahan ini untuk produksi botol susu sudah dihentikan sejak bulan Mei 2009 oleh beberapa produsen
(fah/ir)

Sumber : www.detikhealth.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Yuyun Lusini, M.Si, Hp. 081316300285
Ir. Nurul Asni, M.Si, Hp. 08128526140


Jl. Tugu RayaKomplek Timah, Kelapa Dua Cimanggis, Depok – 16951Telp. : (021) 8710001, Fax.: (021) 8728523 Email : akacaraka@yahoo.co.id Website : www.akacn.ac.id